Sabtu, 17 Agustus 2013

Ceramah Da'i kondang Kyai Balap

Pada dekade tahun 1970-an menjelang awal tahun 1980-an, ketika pamor Pesantren masih jaya-jayanya dan peran kyai pemimpin-pemimpin sebuah pesantren begitu masih sangat dihormati dan masih sangat di dengar oleh santri ataupun mantan santrinya.

Saat itu di daerah Jawa Barat Ki Balap, nama Itu adalah julukan untuk penceramah kondang yang berasal dari Dusun Cemplang, Desa Cibatok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Nama asli Ki Balap alias Kyai Balap adalah K.H. Mochammad Arief Sholeh.
Ciri khas dari kyai tersebut adalah jika berdakwah,memakai cara seperti mendongeng khas Sunda.Yaitu bercerita kisah-kisah klasik yang di modifikasi sedemikian rupa tetapi warna dan nilai dakwahnya sangat dalam dan berselera humor yang tingi.

Beliau lebih ngetop dan tenar di masa itu dengan sebutan Kyai Balap. Sehingga Mustami, pendengar yang sedang tolabul ilmi tidak jenuh bahkan memori ingatannya akan materi yang disampaikan teringat terus hampir sepanjang masa.

Selain humor yang khas mengena dan tidak norak dan tidak dibuat-buat, kisah-kisahnya membumi, diangkat dari kisah kehidupan sehari-hari yang kadang konyol,urakan sok alim dan belajar untuk berbuat kesolehan. Karena itu pamor sebagai Kyai nya sang Ki Balap tidak tercemar atau mengundang cemooh para muslimin, bahkan semakin menghormati beliau.

Dengan cara yang antik tersebut Selama “mendongeng” mengisahkan materi dakwahnya, sesekali di selingi oleh nadom (serupa nasyid) atau lagu yang seperti nyanyian yang dilagukan sangat khas Ki Balap, lagunya khas dengan cengkok Priangan yang kental, Berisi petuah-petuah yang dikemas dalam bahasa yang menasehati tapi tidak menggurui atau kisah dongeng nya sesekali di lagukan pula. Termasuk juga salawat dan pujian pada Allah dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.



Dari salah satu seri materi dakwahnya yang paling populer adalah kisah Ki Ahmad (Mas Ahmad),yaitu seorang tokoh ulama Islam sejati yang sifat-sifat dan kepribadiannya di karakterkan mendekati sifat-sifat Nabi.

Ki Ahmad di ceritakan banyak di ledek teman-temannya karena kesederhanaan dan kesahajaan serta kejujuran dan kesabaran serta ketawakkalannya, Pasrah kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin. Padahal ilmu agama dan kehidupan Ki Ahmad ini bukanlah orang sembarangan.
Bisa dikata Ki Ahmad adalah orang yang mumpuni, linuwih dan penuh berisi ilmu tauhid dan ilmu pengetahuan.

Ini Menjadikan Ki Ahmad menjadi orang berilmu, berisi dan sholeh berakhlak mulia itu bukan dengan cara yang mudah.

Dikisahkan ki Ahmad berjuang mesantrennya saja lebih dari 20 tahun di tambah dengan hidup berkelana dari Pesantren satu ke pesantren lainnya untuk menambah wawasan Beserta kisah keprihatinannya selama mencari ilmu dengan berbagai perilaku sederhana ,tirakat yang sabar.ulet rajin dan cerdas serta terkadang agak ironis karena serba kekurangannya akan materi dan biaya.

Penampilannya yang terkenal dengan suka berpakaian sederhana dan memakai kopiah (peci) khas Indonesia.(Peci yang selalu dipakai Pak Karno begitulah gambarannya. ).
Peci inilah yang membuat ki Ahmad suka di olok-olok dan yang membuatnya tersohor.Yaitu peci beludru hitam yang kalau sudah berumur tua dan lama banyak kena hujan dan panas, warna hitamnya akan luntur dan akan berwarna kemerah-merahan lusuh dan kusam.

Yaitu gambaran bagi orang miskin yang tidak mampu membeli kopiah baru,sehingga kopiah butut pun selalu dipakainya setiap saat.

Ki Ahmad dalam menyamar untuk menambah ilmunya suka memakai kopiah ini.Termasuk ketika menguji Cinta sang calon isterinya,anak Kyai Sepuh salahsatu gurunya,,,,,

Untuk lebih lengkapnya silahkan download sendiri mp3 nya, agar bisa mendengarkan secara langsung.

Ada 2 bagian, A dan B, saya sertakan dua-duanya untuk anda, silahkan
Ki ahmad bag pertama

Ki ahmad bag 2

1 komentar:

Arieshandy Depi mengatakan...

Maaf sblumnya.. Saya punya rekaman audio riwayat ki Ahmad oleh kyai balap. Tp ko critanya beda dg versi yg sy punya.. Calon istri ki Ahmad adlh bernama Ratna anak dr seorg juragan kaya yg brnama h.hasan yg slalu mngutamakan urusan duniawi