Selasa, 16 Juli 2013

Pertandingan tinju berdarah, 18 orang tewas

Nabire- Ribuan personel gabungan TNI dan Kepolisian RI disiagakan guna mengantisipasi kerusuhan besar di Nabire, Papua.

Penjagaan ketat dilakukan petugas keamanan setelah insiden tewasnya 18 orang dalam pertandingan tinju amatir Bupati Cup di Nabire, kemarin malam.

"Kami siaga I," kata Kepala Kepolisian Resort Nabire Ajun Komisaris Besar Bahara Marpaung hari ini. Dia menyatakan status siaga I ditetapkan di Nabire untuk mengantisipasi keamanan.

Menurut Bahara, meski kondisi Nabire masih kondusif, kerusuhan di Nabire bisa meletus kapan saja."Kami berharap situasi terus kondusif," ujarnya.

Bahara menuturkan insiden tewasnya 18 orang itu bermula dari kekesalan pendukung petinju Yulianus Pigome yang dinyatakan kalah angka melawan petinju Alpius Rumkoren. Pendukung Yuliasnus yang tak menerima keputusan itu lalu membuat keributan. "Pihak pendukung Yulius tidak terima dan melempar kursi," kata Bahara.

Pelemparan kursi yang dilakukan itu menyulut keributan antar suporter. Bupati Isaias Douw, yang datang menyaksikan langsung pertandingan itu, terjebak dalam keributan. Douw bahkan terluka karena terkena lemparan kursi.
Douw baru bisa keluar dari gedung olahraga setelah situasi benar-benar aman.

Bahara mengatakan, ketika keributan terjadi, ribuan penonton yang tidak ingin terlibat dalam perkelahian lalu berebut keluar dari gedung olahraga. Karena hanya ada satu pintu masuk, mereka berebut keluar. Akibatnya, beberapa orang jatuh dan terinjak-injak. Ada juga yang tewas karena terjepit dan kehabisan napas. “Ada18 orang yang meninggal, 11 di antaranya perempuan,” ujar Bahara.

Bahara menyebut pertandingan tinju Bupati Nabire Cup berlangsung selama enam hari dan sebelumnya berlangsung aman tanpa terjadinya insiden. Pertandingan kemarin malam itu merupakan pertandingan puncak. GOR Nabire dipenuhi penonton. Bahara menyatakan ada 1.000 orang menyaksikan pertandingan, padahal kapasitas gedung hanya 800 orang.

Pada malam final itu, kata Bahara, ada 100 polisi yang dikerahkan untuk mengamankan acara. Dia mengatakan, karena jumlahnya tak sebanding, polisi tak bisa mencegah kerusuhan itu. "Situasi baru dapat dikendalikan pada pukul 24.00 WIT,” ucapnya. Sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan atas kejadian itu. Mereka yang dijadikan saksi antara lain panitia, dan dua kubu petinju yang terlibat dalam pertikaian.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie mengatakan ada 1.250 personel gabungan TNI dan Polri yang dikerahkan untuk menjaga situasi di Nabire setelah kejadian itu."Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Papua melakukan antisipasi, dan masyarakat diminta tenang," katanya.

Tidak ada komentar: