Senin, 15 Juli 2013

Kisah suami teladan 1

Ketika suatu sore sepulang kerja seorang suami mendapati sang isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah.
Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga dan menjawab pertanyaan sang suami,
‘sudah yah.’

Isterinya beranjak dari tempat tidur dan mengambil piring yang tertutup,
Sore itu isterinya sengaja memasak makanan kesukaan sang suami.

‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk sang suami.

Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskannya.
Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam? padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam?’
Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya, karena kalian tidak suka kepala ayam, maka ayah suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.’

Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak.
‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang isteri.

Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.

Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun memiliki makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.

Semoga cerita diatas bisa kita ambil hikmah dengan mencintai setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan isterinya.

Tidak ada komentar: