Senin, 15 Juli 2013

Kecelakaan maut di jalur pantura, 6 nyawa melayang

Bilikgratis- jakarta - Hari keenam bulan puasa, jalur utama Pantai Utara (Pantura) Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang Jawa Barat, menelan enam korban jiwa.



Keenam koban tewas tersebut merupakan korban peristiwa kecelakaan maut yang disebabkan bus Setia Negara jurusan Kuningan-Jakarta menabrak pantat truk tronton pembawa bahan bangunan yang tengah melaju di jalur B (jurusan Cirebon-Jakarta).

"Kecelakaan diduga dipicu akibat bus lari dengan kecepatan tinggi," kata Kepala satuan Lalu-lintas Polres Subang, Ajun Komisaris Ricko Taruna, Senin malam, 15 Juli 2013.

"Peristiwanya terjadi pkl.17.30 WIB."
Saat ini, dari keenam korban tewas, lima diantara sudah bisa diidentifikasi, tetapi, satunya lagi masih dalam tahap identifikasi dan sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Warlan, seorang saksi mata, menuturkan, bus yang datang dari arah Cirebon bermaksud menyalip truk tronton yang ada di depannya.
Tetapi, belum berhasil menyalip, tiba-tiba bus yang lari dengan kecepatan tinggi mengalami oleng dan langsung menabrak bagian belakang truk hingga kedua kendaraan tersebut tersungkur dan masuk areal persawahan.

Hingga berita ini dikirimkan, polisi masih terus melakukan identifikasi dan olah TKP ihwal sebab-sebab kecelakaan termasuk upaya mengevakuasi dua kendaraan yang terlibat dalam insiden kecelakaan maut tersebut.

Kabar terakhir korban meninggal antara lain : Surdiana, Sumondon, Suyadi, Suparman, dan Dasim. Sementara itu, satu korban tewas lainya belum diketahui identitasnya.

Semua penumpang yang tewas tersebut berasal dari Kabupaten Kuningan.

Salah seorang penumpang bus, Nana (30), menuturkan pada awalnya sopir bus mau menyalip truk tronton dari sebelah kanan. Namun, di sebelah kanan ada kendaraan lain, yakni sebuah truk. Karena bus tengah melaju kencang ketika menyalip, bus menabrak ekor truk itu. Truk pun kemudian melaju kencang dan tergelincir ke sawah.
"Dalam bus itu kayanya ada sekitar 70 orang, tujuan kami dari Kuningan mau ke Jakarta," katanya.

Tidak ada komentar: