Selasa, 14 Mei 2013

Sejarah dan asal usul desa Maniskidul

Asal Usul Nama Desa Maniskidul

Pada Zaman Kerajaan KEINDRAAN yang Ratunya RESI MANIKMAYA, sebagaimana kebiasaan bahwa manusia selalu hidup dekat air dan tempat bermukimnya berupa penduduk dan dari pedukuhan-pedukuhan baru berkembang menjadi Desa. Tercatat dalam Kitab carita PARAHIANGAN pada tahun 490 saka atau tahun 568 M dukuh peundeuy yang dihuni oleh RESI MAKANDRIYA murid RESI GURU MANIKMAYA Kemudian dilanjutkan oleh PRABU MENAK KONCARYA alias KANTONG MARALAH yang mewarisi bekas wilayah buyutnya dan mendirikan Kerajaan MANDALA MANIR bersamaan dengan berdirinya kerajaan GALUH MEDANG KAMULYAN pada tahun 570 M di Ciamis, ketika Zaman Kerajaan MULADARMA yang sesepuhnya PRABU DARMARIKSA di Dukuh Peundeuy bermukim buyutnya yaitu PUTRI TRIWULAN adik KI GEDE GANDASOLI putra dari SANG RAGA SUCI
Beliau adalah putra SANG RAGA MULYA putra dari PRABUDHARMARIKSA.
Pada tahun 723 M didirikan Kerajaan KUTAMANDARAKAN yang rajanya CIUNG WANARA atau SANG MANARAH. SANG MANARAH mendirikan Kerajaan SAUNGGALAH dari ARILE ( palutungan ) ke KUTARAJA. Di Dukuh Peundeuy bermukim MANISRI keturunan SANGDARMAWULAN pendiri Kerajaan SAUNGGALAN, kemudian menyamar menjadi LUTUNG KASARUNG untuk menyelamatkan PURBASARI putri CIUNG WANARA

Pada tahun 1373 M ketika Zaman Kerajaan GALUH dirajai oleh PRABU SILIWANGI yang ke III (tiga) SANG DEWA NISKALA pernah singgah di Dukuh Peundeuy ( situs batu gajah dan sumur tujuh ) sampai putranya yang kemudian menjadi PRABU SILIWANGI IV ( empat ) SANG PAMANAH RASA kawin dengan SANGCANTRINGMANIK MAYANG. Putri SANG HALIWINGAN RAJA PASUNDAN dan tinggal di Jalaksana ( situs alun-alun burung ).

Pada Zaman Islam ( 1470 M ) di Manis oleh SUNAN GUNUNG JATI diangkat seorang demang yang nama gelarnya ANGGA PATI. Pada waktu itu Manis masih bawahan kerajaan TALAGA MANGGUNG di SAGARA HIANG Ibukotanya.
Ketika kerajaan TALAGA di bawah pemerintahan PANGERAN ARYA WANGSA GOFARANA. Manis di bawah KETUMENGGUNGAN PADAMENAK yang di pegang oleh RADEN PADMANAGARA yang kemudian di kenal dengan gelar PANGERAN ARYA SALINGSINGAN.

Panglima kerajaan PAKUNGWATI CIREBON yang di perintah oleh PANEMBAHAN GIRILAYA. Ketika kerajaan CIREBON di bawah pimpinan CICIT SUNAN GUNUNG JATI yaitu penembahan RATU I PANGERAN EMAS JAINUL ARIPIN. Di Manis bermukim adik kandungnya yaitu PANGERAN MANIS.

Pada tahun1570 M Manis resmi menjadi Desa MANISKALER dan MANISKIDUL, sedangkan PANGERAN MANIS tinggal di Dukuh Peundeuy dan mengajarkan Agama Islam di Padepokan Dukuh Depok.

Kuwu Maniskaler tercatat INDRA dan Kuwu Maniskidul WIPADRANA Keturunan INDRA PRANA dari SANGKANURIP yang masih keluarganya juga,
Pada tahun 1601 Kerajaan PAKUNGWATI perang dengan Inggris yang di pimpin oleh Gubernur Jendral Raffles yang berpusat di tumasik ( Singapura ). Jika kerajaan PAKUNGWATI kalah di antaranya akan mengungsi ke Manis. Itulah sebabnya bahasa sunda logat Manis berbeda dengan desa-desa di sekitarnya karena sebelum terjadi pengungsiaan telah di persiapkan dulu oleh para Santana dari Cirebon.

Pangeran Manis adalah Adik Panembahan ratu yang di beri kewenangan memegang kepustakaan keraton. Pengetahuannya warisan dari panembahan Losari putra bungsu adipati sewarga yang juga masih pernah kakeknya. Kemudian pengetahuan tersebut di wariskan kepada putranya yaitu panembahan Girilaya yaitu pangeran wangsakerta yang masih gurunya juga.

Para putra pangeran manis antara lain EMPU ANGGARUNTING memiliki keterampilan membuat barang logam antara lain Gamelan dan senjata ( Keris ) yang bermukim di Padamenak. Sejak itu keturunan pangeran manis memakai nama dari Dinasti Angga meneruskan nama prabu Anggalarang yang pernah bermukim dimanis. Putra Empu Anggarunting yaitu Empu Anggaraksa menjadi Empu Wasi Aji dan Empu Anggaprana menjadi Empu Kawi. Ketiga-tiganya kemudian pada tahun 1666-1742M menjadi anggota dari Adhiaksa Pepitu ( tujuh ) Adhiyaksa yang dipimpin oleh keponakannya pangeran Wangsakerta.

Pada zaman Belanda masuk penjajah desa-desa. Di Manis di bangun hotel untuk tempat beristirahat para perwira Belanda dan kolam renang Cibulan yang aslinya Situ Burung yang menjadi kering. Yang merintis kuwu pada waktu itu adalah: Rama eyang buyut manis ratu galuh pakuan menak pajajaran dan mempunyai tiga orang anak yaitu :
1. Indarawulan ( perempuan )
2. Wisaprana ( laki-laki )
3. Indramadura ( laki-laki )

Pada tahun 1838 M yang menjadi kuwu Desa Maniskaler adalah Wisaprana dan kuwu Desa Maniskidul adalah Indramadura.

Tidak ada komentar: