Rabu, 27 Maret 2013

Catatan Buruk Nasib Buruh Indonesia

Nasib buruh Indonesia tak kunjung membaik. Keadaan ini diperparah oleh sikap pemerintah yang cenderung membela kaum pengusaha.

Dulu sebelum era tahun 2000an nasib buruh tidak seburuk seperti sekarang ini. Walau tidak bisa disebut layak tapi dulu nasib buruh indonesia sedikit lebih jelas dengan adanya status sebagai karyawan tetap.


Namun diawal tahun 2000an mimpi buruk pun terjadi, kaum pengusaha yang bernegosiasi dengan pemerintah secara sepihak berhasil menerapkan sistim kontrak tanpa sarat buat seluruh karyawan barunya sejak sistim ini diberlakukan.

Dalam hal ini pihak buruh yang dalam kondisi terpepet karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan dipaksa mau tidak mau, suka tidak suka menerima kenyataan pahit ini.

Sebetulnya dalam hal ini peran pemerintah sangat diharapkan untuk ikut membantu sedikit mengentaskan nasib buruh dari posisi ketidak adilan yang diterapkan pihak pengusaha. Namun lacur,, pemerintah hanya bersikap diam seolah tak mau tahu penderitaan apa yang sedang dialami rakyatnya.


Saya menulis tajuk ini hanya didasari rasa prihatin yang begitu dalam akan nasib saudara-saudara kita yang berada didalamnya (buruh red). Karena jujur saja dulu pun di era tahun 90an saya juga seorang pekerja. Namun dulu nasib buruh tidak separah seperti sekarang ini. Dulu nasib buruh sedikit lebih baik , Perekrutan karyawan baru lebih jelas dengan adanya sistim training, paling 3 bulan setelah itu akan diangkat sebagai karyawan tetap.

Ya, andai dulu perjuangan kami berhasil, mungkin nasib buruh akan lebih baik. Karena dulu semasa menjadi buruh lebih dari 1 tahun kami melakukan aksi secara continue. Kami menginginkan upah layak, bukan upah minimum regional, ya namanya upah minim sudah pasti akan kurang tentunya. Seharusnya upah yang diterapkan yaitu upah layak yang kedepannya menjadi upah adil. Itu dulu yang jadi wacana kami sebagai buruh, keinginan yang lain adalah adanya jaminan hari tua yang lebih jelas, karena tanpa kami (buruh) apa artinya pengusaha, buruh merupakan ujung tombak yang paling urgen, produktifitas kerja yang baik harus dibarengi dengan kesejahteraan para buruhnya. Mana mungkin bisa bekerja dengan bagus kalau banyak parmasalahan yang terus bergayut dibenak para buruh.

Semoga coretan singkat ini bisa menggugah pihak-pihak yang berkompeten, dalam hal ini pemerintah dan pengusaha. Semoga nasib buruh akan terangkat menjadi lebih baik dari sekarang , salam.

BACA JUGA YANG INI

^ Tips Merawat HP terendam Air

^ Situs Pemerintah Dijadikan Sarang Malware

Tidak ada komentar: